Perang Memanas, Lebih dari 400.000 Warga Lebanon Mengungsi ke Suriah

oleh -13 Dilihat
Warga Suriah dan Lebanon yang tinggal di Lebanon menyeberang ke wilayah Suriah dengan membawa barang-barang mereka yang dapat mereka bawa di Perlintasan Perbatasan Masnaa setelah serangan Israel di Massna, Lebanon pada 4 Oktober 2024. Foto/Murat Sengul/An

Badan-badan kemanusiaan telah menyatakan kekhawatiran yang semakin besar atas situasi ini, dengan Badan Pengungsi PBB (UNHCR) memperingatkan tentang bencana kemanusiaan yang mengancam di kedua sisi perbatasan.

“Kami menyaksikan perpindahan besar-besaran orang, dan situasinya menjadi semakin buruk,” ujar juru bicara UNHCR di Beirut.

Juru bicara itu menjelaskan, “Keluarga-keluarga ini tidak hanya melarikan diri dari kekerasan tetapi juga kemiskinan ekstrem, dan kami mendesak masyarakat internasional untuk turun tangan dan memberikan bantuan mendesak.”

Suriah, yang masih dalam tahap pemulihan dari perang saudara selama lebih dari satu dekade, menghadapi serangkaian tantangan tersendiri dalam menampung gelombang pengungsi baru.

Arus pengungsi yang tiba-tiba ini telah memberikan tekanan tambahan pada infrastruktur yang sudah rapuh di wilayah perbatasan Suriah, yang tidak siap menangani sejumlah besar pengungsi.

Baca Juga  Seminar Internasional FH Unpatti, Ely Toisutta Dorong Penguatan Hak Masyarakat Adat

Pejabat lokal Suriah telah meminta bantuan internasional, dengan menekankan perlunya makanan, pasokan medis, dan perumahan untuk mendukung para pengungsi.

Lebanon telah lama menjadi rumah bagi salah satu populasi pengungsi terbesar di dunia, menampung hampir 1,5 juta warga Suriah yang melarikan diri dari perang di negara mereka.

No More Posts Available.

No more pages to load.