Perawat Muslim di AS Dipecat karena Sebut Perang Israel di Gaza sebagai Genosida

oleh -6 Dilihat
Hesen Jabr, perawat Muslim berkewarganegaraan Palestina-Amerika Serikat, dipecat dari tempat kerjanya di rumah sakit New York karena menyebut perang Israel di Gaza sebagai genosida. Foto/Fox News

Juru bicara rumah sakit melalui email mengatakan Jabr telah diperingatkan pada bulan Desember, mengikuti insiden sebelumnya, untuk tidak menyampaikan pandangannya mengenai masalah yang memecah belah dan membawanya ke tempat kerja.

“Dia malah memilih untuk tidak mengindahkan hal itu pada acara penghargaan karyawan baru-baru ini yang dihadiri banyak rekan-rekannya, beberapa di antaranya kesal setelah komentarnya,” kata juru bicara tersebut tanpa memberikan rincian tentang kejadian sebelumnya.

Akibatnya, Jabr bukan lagi pegawai NYU Langone Health.

Serangan Israel yang terus berlanjut di Gaza telah menyebabkan lebih dari 36.000 orang tewas dalam delapan bulan terakhir, kata Kementerian Kesehatan Gaza.

Perang juga telah menyebabkan kelaparan yang meluas di daerah kantong pantai yang sempit dan menyebabkan hampir 2,3 juta penduduknya mengungsi.

Baca Juga  Nusron Wahid Hadiri Sidang Kabinet Prabowo di Tengah Sorotan KPK dan Rapor Merah Survei Kinerja Menteri

Konflik tersebut, yang telah menyebabkan meningkatnya Islamofobia dan antisemitisme serta demonstrasi yang meluas di AS dan negara lain, dimulai ketika Hamas, yang menguasai Gaza, menyerang Israel pada 7 Oktober 2023. Menurut rezim Zionis, serangan Hamas telah menewaskan sekitar 1.200 orang dan lebih dari 250 lainnya disandera.

Namun, investigasi surat kabar Israel; Haaretz, mengungkap bahwa ribuan orang yang tewas pada 7 Oktober adalah akibat dari insiden “friendly-fire” oleh helikopter militer dan tank tempur Zionis ketika merespons serbuan Hamas.

No More Posts Available.

No more pages to load.