Harga kebutuhan pokok melonjak tajam di tengah blokade yang baru sedikit dilonggarkan dua minggu lalu. Pasokan daging, buah, dan sayur segar hampir hilang dari pasar. Di Khan Younis, pasar jalanan hanya menjual mainan berbentuk domba dan pakaian bekas. Sebagian besar warga pulang tanpa membawa apa pun karena harga yang tidak terjangkau.
“Dulu suasana Iduladha meriah, anak-anak senang. Namun sekarang tidak ada tepung, tidak ada pakaian, tidak ada kegembiraan,” ujar Hala Abu Nqeira, seorang ibu yang sedang mencari kebutuhan pokok.
“Kami keluar setiap hari hanya untuk mencari tepung dengan harga masuk akal,” katanya.
Perang telah menghancurkan ketahanan pangan Gaza. Menurut laporan FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB) pekan ini, 96 persen ternak dan 99 persen unggas telah mati, sementara 95 persen lahan pertanian rusak atau berada di zona militer yang tidak dapat diakses.
Israel sempat melarang semua makanan dan bantuan masuk ke Gaza selama lebih dari dua bulan. Meski blokade dilonggarkan baru-baru ini, dan beberapa truk bantuan masuk melalui PBB, distribusi terhambat oleh pembatasan militer dan penjarahan.
Lebih dari dua juta warga Palestina kini mengungsi dan sebagian besar harus berpindah tempat berkali-kali demi menghindari serangan.









