Fernia terpaksa pergi ke pekarangan milik tetangga mereka. Pagar yang pendek itu dengan mudah dilompatinya.
Sampai di pekarangan itu Fernia mulai mencari bola milik kakaknya. Dia mencari ke semua sudut pekarangan itu tetapi tidak ditemukannya bola itu.
“Huh kemana ya bola itu? kok enggak ada” keluh Fernia. “Apa masuk ke dalam rumah itu ya?” pikir Fernia. Fernia menatap rumah itu dan berjalan menuju kesana. Akan tetapi sebelum sampai ke rumah itu, Fernia melihat ada seorang perempuan berambut panjang memakai gaun bewarna putih melihat ke arahnya dari balik jendela. Fernia kaget dan langsung berteriak “Aarghh… Hantu!”.
Ramdan yang mendengar teriakan adiknya langsung berlari mencarinya. Ditemukannya Fernia dalam keadaan menangis ketakutan. Ramdan yang bingung bertanya kepada adiknya “Ada apa Fer?”. “Ada hantu kak” kata Fernia sambil menahan tangisnya. “Ha, mana hantunya?” tanya Ramdan penasaran. Fernia menunjuk ke salah satu jendela di lantai satu. Ramdan melihat ke arah jendela tersebut tetapi tidak ada apa-apa disitu. “Mana? Enggak ada hantunya” kata Ramdan kecewa. “Tapi tadi ada cewek pakai gaun warna putih kak” jelas Fernia. “ah kamu itu, terlalu banyak nonton TV jadinya penakut” bentak Ramdan. Lalu Ramdan mengajak adiknya untuk pulang.




