Keesokan paginya, saat sarapan Ramdan menceritakan semua kejadian yang telah dialaminya kepada orangtuanya. Akan tetapi orangtua Ramdan tidak percaya dengan apa yang dikatan oleh anaknya itu. “Ah mungkin kamu hanya mimpi Dan” kata Ayah. “Tidak Yah, Ramdan tidak sedang bermimpi, Fernia juga melihatnya kemarin siang.” balas Ramdan dengan kesal. “Iya Yah, Fernia melihat juga” sahut Fernia. Ayah hanya tertawa mendengar cerita anak-anaknya tersebut. “Sudah-sudah ayo cepat dihabiskan sarapannya nanti telat loh pergi ke sekolahnya, ini kan hari pertama kalian di sekolah yang baru” kata Mama yang mulai capek mendengar cerita anak-anaknya. “Iya Ma” jawab Ramdan dan Fernia.
Pukul satu siang Ramdan pulang sekolah. Setelah sampai rumah Ramdan melihat Mamanya sedang berbicara dengan seorang perempuan. Perempuan tersebut melihat ke arah Ramdan. “Wah ini Ramdan ya?” tanya perempuan tersebut. “Iya itu Ramdan anak pertama saya” jawab Mama Ramdan. “Ramdan ayo beri salam sama tante Heni” pinta Mama kepada Ramdan. Ramdan memberi salam kepada tante Heni.
“Tante Heni ini yang punya rumah di samping kita, dia jarang pulang ke rumahnya karena pekerjaannya sebagai desainer baju yang mengharuskan dia untuk sering keluar kota” kata Mama menjelaskan. “Ramdan… Mama kamu tadi cerita kalau Ramdan melihat hantu di rumah tante ya?” tanya tante Heni sambil tersenyum. “Iya tante, rumah tante angker ya?” jawab Ramdan. Tante Heni dan Mama tertawa. Ramdan bingung melihat Mama dan tante heni tertawa “kok pada ketawa?”. “Begini Ramdan kamu salah sangka, yang kamu lihat itu bukan hantu tapi manekin milik tante yang tante taruh di dekat jendela di lantai dua. Tante punya banyak manekin untuk dijadikan model gaun yang tante buat di manekin itu juga tante kasih rambut palsu supaya kelihatan seperti manusia asli” jelas tante Heni. Ramdan malu ketika mendengar penjelasan dari tante Heni “oh jadi itu cuma manekin ya tante”. “Makannya jadi cowok jangan penakut” kata Mama. “Iya Ma… Ramdan ganti baju dulu ya Ma” sahut Ramdan sambil menaiki tangga menuju kamarnya.




