Perempuan Pertama

oleh -293 views

Cerpen Karya: Muhamad Taufiq Mubarok

KALBU berdebar. Malam ini aku akan mendapatkanmu atau justru kehilanganmu. Sedikit aksara sudah kusiapkan untuk mengutarakan rasa, semoga semua sesuai rencana.

Notif WhatsApp darimu terus berkicau dari saku kemejaku. Ntah itu kamu yang ingin meminta kepastian atau cuma ingin melanjutkan topik kita yang tadinya penuh senda.

“Lu kemana aja si Mar, sedari tadi kau tiba-tiba ngilang, pesanku tak kunjung kau balas”.
Aku yakin dia mengirim pesan itu dengan perasaan jengkel, tapi dia tak tau kalau sebenarnya aku sedari lembayung tadi berlatih untuk memulai berbicara serius denganmu. Aku tak yakin dengan semua ini, namanya Istamala lalu digandengkan dengan namaku Sumarno, itu bak Chandra dan Buana yang memang terlihat aksa. Ya sudahlah, meski terlihat aksa tapi Chandra berhasil membuat Buana jatuh cinta oleh terang sang Chandra itu sendiri.

Malam kian berselimut sunyi, tapi aku masih berdiam diri sembari didekap oleh ketidak percayaan diri. Ponselku berdering, sudah kuduga itu pasti Mala yang menelepon.
“Sumarnooo”
“Hehe, hiya La, maaf aku hanya termangu melihat fotomu di isi galeryku, sampai lupa akan pesanmu tadi”
“Ha,?”
Astaga, gini ni kalau hati sendiri yang berbicara, jadi keceplosan.
“Eh bentar La, aku dipanggil Ibu, nanti saya telepon lagi, maaf” Dengan bodohnya aku mematikan telepon dan lari dari Mala.

No More Posts Available.

No more pages to load.