Perhimpunan Kanal Dirikan Pos Hangat, Taman Ceria dan Darling untuk Korban Gempa di Ambon

Porostimur.com | Ambon: Perhimpunan Kanal Maluku dan Dompet Dhuafa mendirikan pos hangat dan taman ceria untuk para korban bencana gempa Maluku, Ambon.

Dua jenis pos itu didirikan di lokasi pengungsian Dusun Wainuru, Desa Waai Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon agar korban, tidak berlarut dengan trauma.

“Taman Ceria ini menjadi sarana bermain anak-anak, kegiatan belajar mengajar, Psychological First Aid, dakwah dan budaya, sehingga mereka tak terlarut dengan trauma,” ungkap koordinator lapangan Fachry Tarmun kepada porostimur.com, di lokasi pengungsian Sabtu (19/10/2019).

Untuk lokasi taman ceria yang didirikan oleh Perhimpunan Kanal Maluku dan Dompet Dhuafa, berada di Dusun Wainuru, Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah.

Adapun pos hangat yang dibangun oleh Perhimpunan Kanal Maluku dan Dompet Dhuafa, telah berlangsung telah sejak tanggal 10 Oktober 2019 lalu, hingga saat ini.

Di pos hangat, masyarakat dapat menikmati aneka minuman seperti kopi, susu dan teh.

Salah seorang warga terdampak, La Abu, mengaku terbantu dengan adanya pos hangat. Kehadiran pos hangat menemani malam yang tidak kunjung membuatnya terlelap.

Selain membangun pos hangat dan taman ceria, Perhimpunan Kanal Maluku juga menurunkan Dapur Keliling (Darling).

Koordinator Tim Darling, Perhimpunan Kanal Maluku, Ciselvia Hatala menyebutkan, selain minuman ada pula makanan yang bagikan secara be keliling ke sejumlah lokasi pengungsian. Menurutnya, darling akan hadir selama beberapa hari ke depan.

Darling membantu mendistribusikan makanan sehat bergizi seperti bubur kacang ijo dan bubur Adam bagi para pengungsi utamanya anak-anak.

Adapun lokasi pengungsian yang telah dikunjungi darling adalah Tengah-Tengah, Wainuru, Ujung Batu dan Morela.

Rencananya besok hingga Senin, Darling akan mengunjungi pengungsi di Desa Waai dan Liang.

“Ini semua menjadi bagian dari kegiatan respon kemanusiaan Perhimpunan Kanal Maluku secara terintegratif dalam kebencanaan selain juga melakukan assesment dan pemetaan atas kerusakan fisik yang terjadi,” ujarnya. (keket)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: