Atas viralnya video tersebut, kala itu Sekretris Daerah Maluku Kasrul mengatakan bahwa itu merupakan video lama yang baru diunggah warga.
Meski begitu, ia membenarkan peristiwa dalam video tersebut dan menyebut aksi Murad sebagai perdebatan alih-alih membentak, “Di situlah sempat terjadi perdebatan, jadi bukan dibentak-bentak, namun kebetulan terjadi kemacetan,” tuturnya.
Tidak itu saja. Murad juga pernah mengeluarkan kata-kata kasar dan tak pantas dikeluarkan oleh seorang pemimpin saat menyampaikan pidato di hadapan publik.
Kala itu, Murad mengatakan mereka-mereka yang terlibat dalam aksi demo tolak PPKM di Kota Ambon sehingga menimbulkan kerumunan, diikat saja dan dibuang ke laut.
“Jangan terpengaruh oleh itu apa, kaskadu kaskadu (kurap) itu yang cuma berapa ekor, tapi selalu buat…, sekali-sekali masyarakat Maluku kompak, kumpul la pukul mereka sampai t*i keluar dari pantat,” kata Murad dalam sambutannya di Paroki Katholik Maria Bintang Laut Senin, (26/7/2021).
Pernyataan ini dilontarkan Gubernur Murad menanggapi aksi demo tolak PPKM yang belakangan ini sering terjadi di Ambon.
Video tersebut sempat diunggah ke kanal YouTube Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Maluku, namun beberapa saat kemudian ditake down.










