Lokasi jatuhnya pesawat bukanlah tempat biasa. F-15E itu hancur di wilayah perbatasan antara Provinsi Khuzestan dan Kohgiluyeh wa Boyer Ahmadโdua provinsi yang terletak di jantung wilayah suku Bakhtiari, sebuah kawasan pegunungan terjal dengan lembah-lembah dalam yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki atau helikopter.
Ini adalah wilayah yang sempurna untuk bersembunyi. Dan juga sempurna untuk perang gerilya.
Segera setelah pesawat jatuh, Iran bergerak cepat. Gubernur Provinsi Kohgiluyeh wa Boyer Ahmad mengumumkan di televisi lokal: hadiah 10 miliar toman (sekitar 6.600 dolar AS) akan diberikan kepada siapa pun yang bisa menangkap pilot Amerika itu hidup-hidup. Stasiun TV setempat bahkan merevisi instruksi awal merekaโdari “bunuh” menjadi “tangkap hidup-hidup untuk hadiah”.
Di pihak Amerika, responsnya tidak kalah cepat. Dalam hitungan jam, skuadron penyelamat tempur (Combat Search and Rescue/CSAR) dikerahkan dengan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak perang Vietnam.
๐๐๐๐๐ค ๐๐ฎ๐: ๐๐จ๐ง๐ฏ๐จ๐ข ๐๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐๐ซ ๐๐ ๐๐๐ง๐ฒ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ฉ ๐ค๐ ๐๐ซ๐๐ง
Apa yang terjadi selanjutnya adalah tontonan militer yang jarang dilihat publik. Pesawat MC-130J Commando IIโpesawat khusus operasi rahasiaโterbang rendah di atas perbukitan Iran, diikuti oleh MH-60 Black Hawk dan HH-60G Pave Hawk yang membawa pasukan komando. Di atas mereka, F-35 Lightning II menyapu langit untuk memberikan perlindungan udara, sementara A-10 Thunderbolt IIโyang dijuluki “Warthog” karena suaranya yang khasโbersiap menyerang sasaran darat jika diperlukan. MQ-9 Reaper, drone pengintai andalan AS, memantau setiap pergerakan dari ketinggian.










