Pilkada 2024 : “It’s All About The Money”

oleh -17 views

Oleh: Said Lestaluhu, Akademisi FIsip Unpatti Ambon

Taha Pisi Taha Mahina, Taha Pisi Taha Cinta, Taha Pisi Taha Suara.

Titik Kritis Pertarungan Pilkada yang pertama adalah perebutan rekomendasi partai politik. Pascapilpres dan Pileg 14 Februari 2024, hampir semua parpol mengalami defisit logistik yang terkuras habis saaat pemilu lalu. Kini saat masuk tahapan pilkada serentak terutama sesi pendaftaran bakal calon kepala daerah, parpol ramai-ramai mematok standar pendaftaran.

Pada saat pengambilan formulir saja para bakal calon sudah harus menyiapkan sejumlah uang. Apalagi nanti saatnya menjelang keputusan parpol yang akan mengeluarkan SK/Rekomendasi, sudah pasti maharnya akan melambung lebih tinggi. Pada tahap ini setidak-tidaknya para calkada harus sudah bisa menyiapkan persiapan uang yang lebih jika ingin mendapatkan rekomendasi partai. Ujung-ujungnya akan terjadi politik transaksional.

Baca Juga  JAR Dapat Rekomendasi Hanura di Pilgub Maluku, Sebulan Harus Bentuk Koalisi

Titik kritis yang kedua adalah bagaimana calkada harus menyiapkan tim sukses dan logistik guna mengikuti tahapan kampanye. Untuk wilayah Maluku yang kita kenal dengan geografis kepualaun tentu mobilisasi tim, alat peraga kampanye (spanduk, baliho dan lain-lain) sangat membutuhkan energi ekstra,  berupa isu, mental tim yang solid, efisensi waktu dan biaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.