@Porostimur.com | Ambon : Seorang dosen pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Nakip Pelu, dinilai melakukan tindakan anarkis.
Pasalnya, selaku seorang pendidik ia tidak meninjukkan sikap mendidik selama berada dalam lokasi perkuliahan dimaksud.
Dosen dimaksud malah menggunakan kekerasan dalam menegur salah satu mahasiswa didiknya.
Mahasiswa IAIN Ambon yang mengalami kekerasan dimaksud, Nur Syahnaz Patty, membenarkannya, saat berhasil dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (26/6).
Menurutnya, ia ditampar Pelu di depan Jurusan Hukum Pidana Islam kampus IAIN Ambon.
Dengan terbata-bata dan dipenuhi kesedihan, Patty menjelaskan dengan dialek lokal.
”Beta ditampar cuman gara-gara beta silaturahmi dengan beta punya senior, beta punya kebiasaan kan kalu silaturahmi cium orang punya tangan, baik laki-laki maupun perempuan. Antua (beliau-red) marah di situ,” ujarnya.
Disesalinya, Pelu tidak menegurnya dengan cara yang lebih baik yakni menegur dengan mulutnya, melainkan langsung menamparinya tanpa basa-basi.
”Kanapa seng bisa nasehat beta baik-baik, bukan dengan cara anarkis tampar beta di depan umum begitu,” herannya.
Belum habis sampai di situ, tegasnya, usai menamparinya Pelu pun masih menyempatkan diri untuk meneriakinya kala berlalu meninggalkan dirinya.




