“BADKO HMI Maluku siap bersinergi dan menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan. Kami berharap dialog seperti ini terus dilakukan sebagai ruang penyampaian aspirasi sekaligus evaluasi terhadap program pembangunan,” ujar Sagama.
Ketua Bidang PTKP BADKO HMI Maluku, Ihdan Zainul Tamher, menambahkan sejumlah proyek vital perlu segera diprioritaskan demi memperkuat konektivitas wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Soroti Jembatan Rumadian dan SPAM Tual
Dalam audiensi tersebut, BADKO HMI Maluku juga menyampaikan sejumlah persoalan infrastruktur yang dinilai mendesak untuk ditangani.
Salah satu yang disoroti adalah kondisi Jembatan Rumadian yang ambruk dan hingga kini belum mendapatkan penanganan menyeluruh. Organisasi mahasiswa tersebut mendesak agar pemulihan jembatan segera dilakukan karena sangat vital bagi mobilitas masyarakat.
Selain itu, BADKO HMI juga menyoroti Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Tayando Tam, Kota Tual, yang dinilai belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.
“Kami meminta Dinas PUPR Maluku melakukan evaluasi dan memastikan program SPAM berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Adam R. Rahantan.
Meski menyampaikan kritik dan masukan, BADKO HMI Maluku juga memberikan dukungan terhadap program pembangunan yang sementara dijalankan Dinas PUPR Maluku, serta mendorong sinergitas yang lebih kuat antara pemerintah dan elemen pemuda serta mahasiswa.









