Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Ambon menggunakan kendaraan warga. Namun setibanya di instalasi gawat darurat (IGD), dokter menyatakan korban telah meninggal dunia.
Sempat Bersama Keluarga Sebelum Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban diketahui sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di dokter praktik bersama keluarganya.
Sepulang dari sana, korban meminta singgah di Jembatan Merah Putih dengan alasan ingin melihat pemandangan Kota Ambon pada malam hari. Namun, sesampainya di lokasi, korban tiba-tiba melompat meski sempat dicegah oleh pihak keluarga.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius berupa patah tulang pada bagian tangan kiri dan kaki kiri.
Polisi Masih Selidiki Motif
Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease Ipda Janete S. Luhukay, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan kasus masih dalam penanganan pihak kepolisian.
“Benar, semalam terjadi peristiwa seorang warga yang melompat dari JMP. Korban mengalami patah pada kaki kiri dan tangan kiri, dan dinyatakan meninggal dunia. Saat ini jenazah berada di rumah keluarga di Waiheru,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, dugaan korban nekat mengakhiri hidup masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Nanti perkembangannya akan kami sampaikan,” tandasnya.










