Meskipun ke-27 negara anggota Uni Eropa merupakan pihak dalam Statuta Roma dan dengan demikian diharuskan untuk menegakkan surat perintah penangkapan ICC, tanggapan terhadap keputusan pengadilan tersebut beragam.
Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban secara terbuka mengundang Netanyahu untuk berkunjung, meyakinkannya bahwa Hongaria tidak akan menegakkan surat perintah penangkapan tersebut.
Sebaliknya, negara-negara seperti Spanyol, Belanda, Belgia, Irlandia, Lithuania, dan Slovenia telah menunjukkan niat mereka untuk mematuhi arahan ICC, terlepas dari kekebalan diplomatik.
Prancis awalnya menyatakan niatnya untuk mematuhi surat perintah penangkapan tersebut, tetapi kemudian mengutip perlindungan kekebalan diplomatik untuk Netanyahu.
Tindakan ICC telah menimbulkan reaksi keras dari pejabat Israel. Perdana Menteri Netanyahu telah menyamakan surat perintah penangkapan tersebut dengan “kasus Dreyfus modern”, dengan menegaskan bahwa surat perintah tersebut bermotif politik.
Auschwitz adalah kamp konsentrasi dan pemusnahan Nazi di Polandia yang diduduki selama Perang Dunia II. Lebih dari 1,1 juta orang Yahudi dibunuh di sana, bersama puluhan ribu orang lainnya, termasuk orang Polandia dan tawanan perang Soviet.







