Proyek Jalan Rp13,3 Miliar di Seram Utara Diduga Mandek, Warga Keluhkan Debu

oleh -19 views
Harapan masyarakat di Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Kabupaten Maluku Tengah, untuk menikmati akses jalan yang layak kembali tertunda. Proyek Preservasi Jalan SP Lintas Seram–Wailoping yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak mencapai Rp13,34 miliar dilaporkan terhenti sebelum seluruh pekerjaan rampung.

Porostimur.com, Masohi – Harapan masyarakat di Kecamatan Seram Utara Timur Seti, Kabupaten Maluku Tengah, untuk menikmati akses jalan yang layak kembali tertunda. Proyek Preservasi Jalan SP Lintas Seram–Wailoping yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak mencapai Rp13,34 miliar dilaporkan terhenti sebelum seluruh pekerjaan rampung.

Akibat terhentinya proyek tersebut, ruas jalan yang belum diaspal kini dipenuhi debu saat dilintasi kendaraan. Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan warga yang bermukim di sepanjang jalur tersebut.

“Kami berharap jalan ini bisa diselesaikan. Sudah puluhan tahun kami menunggu untuk menggunakan jalan layak,” ujar Wawan, salah seorang warga Desa Administratif Wailoping, Minggu (5/7/2026).

Baca Juga  KPK Ungkap Asal Uang Amplop untuk Menhut Raja Juli

Jalan Strategis Penghubung Antarwilayah

Ruas Jalan Lintas Seram–Wailoping merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan Desa Administratif Wailoping dengan Negeri Seti di Kecamatan Seram Utara Timur Seti.

Selama bertahun-tahun, masyarakat mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah dan dipenuhi lubang karena menghambat mobilitas warga maupun distribusi hasil pertanian.

Dimulainya proyek preservasi jalan pada akhir 2025 sempat membawa harapan baru bagi masyarakat. Namun, aktivitas pekerjaan yang kini dilaporkan berhenti tanpa penjelasan resmi membuat warga kembali menghadapi kondisi jalan yang memprihatinkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.