Porostimur.com, Ambon – Polemik tarif kapal cepat rute Tulehu–Amahai dan isu dugaan monopoli angkutan laut reguler di Maluku mendapat sorotan berbeda dari anggota DPRD Maluku, Anos Yeremias.
Sekretaris DPD Partai Golkar Maluku itu meminta persoalan transportasi laut di Maluku tidak dilihat hanya dari sisi mahalnya harga tiket atau dominasi satu operator, tetapi juga mempertimbangkan ketersediaan layanan, biaya operasional, kondisi geografis Maluku, hingga kebutuhan masyarakat terhadap transportasi laut yang terjadwal.
Pernyataan tersebut disampaikan Yeremias melalui rilisnya, Kamis (6/8/2026), merespons berkembangnya anggapan di tengah masyarakat bahwa PT Pelayaran Darma Indah memonopoli angkutan laut reguler di Maluku.
“Pandangan tersebut tentu sah-sah saja untuk disampaikan sebagai bagian dari dinamika publik. Namun menurut saya, persoalan ini perlu dilihat secara lebih utuh dan proporsional,” ujar Yeremias.
Polemik ini sebelumnya mengemuka seiring sorotan terhadap tarif kapal cepat rute Tulehu–Amahai. Masyarakat mempertanyakan dasar penetapan tarif, terutama karena layanan yang tersedia saat ini hanya kelas Eksekutif dengan tarif Rp148.000 dan VIP Rp330.000.
Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Semmy Huwae, telah dikonfirmasi Porostimur.com melalui WhatsApp, Kamis (6/8/2026), namun hingga berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan.











