Polisi Dalami Kasus Jual Diri Online Dua Remaja di Bitung

oleh -376 views
Link Banner

@porostimur.com | Bitung: Aparat Kepolisian masih memeriksa dua remaja 17 tahun yang ditahan, terkait kasus prostitusi jual diri online di Kota Bitung.

“‎Saat ini masih dalam pendalaman, untuk menentukan pasal terhadap mereka yang kami tangkap. Dua orang anak perempuan dan tiga orang pria dewasa,”ujar kata kasat Reskrim AKP Edy Kusniadi di Ruang Unit IV pelayanan perempuan dan anak Sat Reskrim Polres Bitung.

HR dan SP dibawa ke ‎unit IV pelayanan perempuan dan anak Polres Bitung. Sedangkan tiga orang pria, sementara diamankan di Mako Polsek Maesa, guna dilakukan penyidikan oleh polisi.

Akibat Broken Home dan Pergaulan Bebas

HR (17) dan SP (17), terpaksa berurusan dengan Polisi karena diduga telah melakukan perbuatan prostitusi secara online menggunakan aplikasi WhatsApp dan MiChat.

Mereka memasang fotonya di aplikasi itu guna menggaet dan mendapatkan pelanggan di Kota Bitung.

Setelah mendaparltkan pelanggan, mereka pun melakukan hubungan layaknya suami istri di kamar hotel dengan tarif yang sudah disepakati sebelumnya.

Baca Juga  Peduli Lingkungan, Polres Halsel Gelar Aksi Tanam Pohon

HR dan SP mengaku mematok tarif Rp 700 ribu hingga Rp 900 ribu untuk sekali berhubungan “Short Time”.

Kepada awak media ini, SP menceritakan musabab hingga dirinya bisa terlibat dalam prostitusi jual diri online. Menurut SP semuanya berawal dari masalah keluarga,

SP juga menceritakan, dirinya sering melihat beberapa temannya aktif menggunakan aplikasi tersebut untuk melakukan transaksi lendir..

“Saya melihat teman-teman juga sering seperti itu, sehingga akhirnya saya pun jadi ikut-ikutan,” ujar SP yang mengaku berasal Surabaya, Jawa Timur.

Cerita senada disampaikan HR yang merupakan warga Desa Kayu Besi, Tondano, Minahasa.

HR mengaku gegara ada masalah dengan orang tua dan ditambah dengan pergaulan yang bebas, hingga menyebabkan dirinya terjerumus dalam prostitusi jual diri online.

“So ka luar dari rumah, nda tinggal dengan orang tua lagi. (Saya sudah keluar dari rumah dan tidak tinggal bersama dengan orangtua),” kata HR.

Mereka berdua tiba di Kota Bitung Minggu (30/6) sore. Setelah chek ini di kamar, mereka mulai menjalankan aksinya.

Baca Juga  Curigai Tonjolan Besar di Celana Jeans Pengunjung Toko, Manajer Wanita ini Segera Lakukan Penggeledahan. Ternyata...

Dengan telepon genggam, menggunakan aplikasi WhatsApp dan MiChat keduanya berselancar di dunia maya untuk mendapatkan pelanggan.

SP mengaku menggunakan handphone milik teman prianya, sementara HR menggunakan handphonenya sendiri.

Aksi mereka menebar pesona di dunia maya rupanya mendapat perhatian. Senin (1/7) lalu, kedua gadis ini mendapatkan orderan. Dua sekaligus, tapi di jam yang berbeda.

Keduanya menggunakan kamar secara bergantian untuk melayani pelanggan yang mereka dapat hari itu.

“Kalo satu di kamar kita dengan teman-teman cowok tunggu di luar, di oto ato ba jalang-jalang dengan oto. Kalo sudah dia telpon kong bale hotel begitu sebaliknya. (Kalau hanya satu kamar kami bergantian. Saya bersama dengan teman pria tunggu di luar, di dalam mobil, atau jalan-jalan dulu. Kalau sudah selesai teman akan menelepon dan kami kembali ke hotel),” ujar HR.

HR maupun SP mengaku sebelum ditangkap, keduanya masing-masing telah melayani empat pelanggan dengan tubuh dan usia yang bervariasi.

Baca Juga  4 Rumah Warga, Desa Wakal,Malteng, Diterjang Angin Puting Beliung

Pada orderan terakhir, hari Rabu (3/07) keduanya melayani pelanggannya di dua kamar berbeda.

SP mengaku menghitup lem saat hendak tidur setiap malam di hotel, selama mereka berada di Bitung.,

Ketika ditangkap polisi mereka langsung menghapus aplikasi MiChat yang terpasang pada smartphone mereka.

Sementara itu pria A alias Agus (20), A alias Alif (25) ‎dan DS (18) bertindak sebagai sopir mengantar dua pria dan dua gadis dari keterangannya mengaku hanya mendampingi.

Ketika dua gadis itu selesai mendapat order melayani pria hidung belang layaknya suami istri, mereka ditraktir makan bersama dan dibelikan baju oleh dua gadis.‎

“Awalnya mereka bilang mau cari uang untuk beli handphone dengan cara begitu,” kata A.‎

Sedangkan pria DS mengaku tidak mengetahui perbuatan kedua gadis itu, dia hanya menawarkan jasanya sebagai sopir dan mobilnya disewa untuk dipakai operasional.‎ (dan/red)