“Kalo satu di kamar kita dengan teman-teman cowok tunggu di luar, di oto ato ba jalang-jalang dengan oto. Kalo sudah dia telpon kong bale hotel begitu sebaliknya. (Kalau hanya satu kamar kami bergantian. Saya bersama dengan teman pria tunggu di luar, di dalam mobil, atau jalan-jalan dulu. Kalau sudah selesai teman akan menelepon dan kami kembali ke hotel),” ujar HR.
HR maupun SP mengaku sebelum ditangkap, keduanya masing-masing telah melayani empat pelanggan dengan tubuh dan usia yang bervariasi.
Pada orderan terakhir, hari Rabu (3/07) keduanya melayani pelanggannya di dua kamar berbeda.
SP mengaku menghitup lem saat hendak tidur setiap malam di hotel, selama mereka berada di Bitung.,
Ketika ditangkap polisi mereka langsung menghapus aplikasi MiChat yang terpasang pada smartphone mereka.
Sementara itu pria A alias Agus (20), A alias Alif (25) dan DS (18) bertindak sebagai sopir mengantar dua pria dan dua gadis dari keterangannya mengaku hanya mendampingi.
Ketika dua gadis itu selesai mendapat order melayani pria hidung belang layaknya suami istri, mereka ditraktir makan bersama dan dibelikan baju oleh dua gadis.
“Awalnya mereka bilang mau cari uang untuk beli handphone dengan cara begitu,” kata A.




