Politik “Transaksional”, Berapa Harga Satu Kursi?

oleh -437 views

Amanat reformasi bahwa diperlukan pemerintahan yang bersih dan berpihak pada kepentingan rakyat kecil masih sebatas mimpi. Bukti konkrit adalah banyak menjadi pesakitan di KPK. Mulai pimpinan partai politik, legislator, menteri, dan lain-lain tersangkut kasus korupsi yang juga melibatkan jaksa, hakim, aparat keamanan, bahkan hakim konstitusi.

Pengingkaran terhadap amanah rakyat sudah pasti terjadi dan akhirnya rakyat pula yang menanggung derita atas sistem politik transaksional yang terus terjadi. Aspirasi rakyat menjadi topeng atas keserakahan pejabat dan politisi korup, amanah menjadi barang kiasan yang tidak dikenal namun sebaliknya kepentingan pribadi dan kroni merupakan suatu kewajiban yang harus ditunaikan dan diselesaikan dari sistem politik transaksional. Fenomena korupsi politik ini menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi di Indonesia secara keseluruhan.

Baca Juga  Bupati Malteng Lepas 47 Jemaah Haji di Masohi, Haru dan Doa Iringi Keberangkatan

Upaya Perbaikan

Untuk mencicil dan menghasilkan pemimpin yang jujur, adil dan berjuang untuk rakyat, ada beberapa elemen yang harus diperbaiki dan ditingkatkan, di antaranya : partai politik, politisi yang berkualitas, dan pemilih cerdas.

  1. Partai Politik
    Partai Politik (Parpol) sebagai pilar utama dalam sistem demokrasi diperlukan Parpol yang kuat dan sehat agar menghasilkan aktor-aktor politik yang berkualitas dan beradab.

Agar parpol menjadi berkualitas dan beradab maka oligarki harus dihilangkan, kaderisasi berjalan dan konstitusi partai (AD/ART) difungsikan, menjalankan fungsi-fungsi partai seperti:
(1). Sebagai sarana komunikasi politik.
Di mana partai berfungsi sebagai media atau perantara antara rakyat dengan pemerintah, dengan mendengarkan, menggabungkan, dan merumuskan aspirasi yang berasal dari masyarakat, lalu dituangkan dalam bentuk program partai;

No More Posts Available.

No more pages to load.