Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara terbuka tetap menyampaikan apresiasi atas komitmen Presiden Donald Trump. Namun di balik layar, hubungan keduanya dilaporkan memanas.
Sejumlah laporan media mengungkap adanya percakapan telepon tegang antara Trump dan Netanyahu, termasuk ancaman penghentian dukungan AS jika Israel melanjutkan perang dengan Iran.
Seorang pejabat Israel bahkan menyebut kesepakatan itu sebagai bentuk kemunduran bagi Amerika Serikat.
“Asumsi kerja regional adalah bahwa kesepakatan itu ditandatangani di bawah tekanan Iran dan pengunduran diri Amerika, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Menuju Penandatanganan Resmi
Kesepakatan damai tersebut dijadwalkan akan ditandatangani di Jenewa, Swiss, pada Jumat mendatang. Namun Iran menegaskan belum akan menjalankan isi perjanjian sebelum dokumen resmi diteken.
Selain penghentian perang dan pembukaan Selat Hormuz, kesepakatan itu juga disebut mencakup pelonggaran sanksi terhadap Iran. Sementara isu program nuklir akan dibahas dalam perundingan lanjutan.
Meski menuai pro dan kontra, kesepakatan ini menjadi titik balik penting dalam konflik yang sebelumnya memicu ketegangan luas di Timur Tengah dan kekhawatiran global terhadap stabilitas kawasan.
(red/bs)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










