DPRD dan Majelis Adat Soroti Akar Masalah
Ketua Majelis Adat Ursia-Urlima Kepulauan Aru, Elisa Darakay, S.Ag., menilai penanganan konflik remaja tidak cukup hanya melalui penindakan hukum.
Menurutnya, persoalan tersebut perlu dilihat dari berbagai faktor, termasuk lingkungan keluarga, kondisi ekonomi dan aspek psikologis anak muda.
“Faktor pendidikan di dalam keluarga dan faktor ekonomi turut berperan penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan. Semestinya persoalan ini harus banyak dilihat dari sebab psikologis,” kata Elisa.
Ia mendorong penguatan peran keluarga dan lingkungan sosial dalam membentuk karakter generasi muda agar tidak mudah terjerumus dalam perilaku yang berujung pada tindak kekerasan maupun penyalahgunaan obat.
Sementara itu, Komisi I DPRD Kabupaten Kepulauan Aru berencana memanggil sejumlah instansi terkait untuk membahas persoalan peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan di kalangan remaja.
Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Aru, Sito Selfanay, S.Sos., mengatakan peredaran obat secara ilegal menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
“Kami dalam waktu dekat akan memanggil pihak-pihak terkait guna membahas persoalan tersebut, oleh sebab telah meresahkan, terutama peredaran dan penyalahgunaan obat yang semakin tidak terkontrol,” ungkap Sito.









