Porostimur.com, Jakarta — Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/2/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait penutupan Selat Hormuz oleh Iran yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan pasokan energi global.
Usai pertemuan, Bahlil menjelaskan bahwa pembahasan difokuskan pada langkah antisipasi pemerintah terhadap potensi gangguan distribusi minyak mentah dunia. Hal itu dinilai penting mengingat Indonesia masih bergantung pada impor energi dalam jumlah besar.
“Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimana pun, kita masih melakukan impor 1 juta barel per hari,” kata Bahlil kepada wartawan.
Cadangan BBM Diklaim Aman
Di tengah situasi geopolitik yang memanas, Bahlil memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman untuk sementara waktu. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan situasi global secara ketat.
“Masih cukup, 20 hari,” imbuhnya.
Ia menegaskan, hingga kini krisis di Timur Tengah belum berdampak signifikan terhadap subsidi energi nasional. Namun demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi lonjakan harga energi global apabila ketegangan di kawasan tersebut terus meningkat.









