Pramugari Cantik Kena PHK Banting Setir Jadi PSK Online, Tarifnya Rp5 Juta per 3 Jam

oleh -437 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Pramugari cantik ini bernama Vita masih muda berusia 22 tahun. Namun kini Vita terkena kebijakan Pengurangan karyawan akibat perusahaan dihantam Covid-19.

Ada yang kisah menarik dari Vita selama menjadi pramugari. Selepas tak menjadi pramugari, Vita lalu banting setir menjadi PSK Online.

Bermodal paras cantik dan kulit mulus, banyak hidung belang yang tertarik. Vita pun menjadi PSK online eksklusif. 

Dia melakoni pekerjaan ini sudah setahun terakhir. Bermodal paras cantik dan kulit mulus, Vita kerap memposting pose aduhai dengan pakaian minim di media sosialnya.

“Beberapa orang menyangka gue model,” ujar Vita di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (24/11/2021). Setelah berkomunikasi di sela aktivitas melayani tamunya barulah diketahui bahwa Vita mantan pramugari.

Baca Juga  Jelang Leg Kedua Lawan Taiwan, Timnas Indonesia Diberi Latihan Evaluasi

Dia pun menceritakan perjalanannya terjun menjadi PSK online. Berawal ketika Vita singgah ke sebuah kota di Kalimantan pada tahun 2018. Dia bertemu teman sekolahnya yang bekerja di salah satu perusahaan tambang. 

Di situlah sembari meledek temannya Vita menawarkan untuk berhubungan badan dengan bosnya. Ternyata kesepakatan berhasil alias deal. Vita menerima bayaran Rp5 juta untuk dua kali main dengan durasi 3 jam.

Tergiur dengan uang sebanyak itu, dia kerap meminta temannya menawarkan dirinya ke beberapa bos tambang saat singgah di Kalimantan hingga akhirnya Vita mantap menjajakan diri.

Bermodalkan jaringan yang luas, pelanggan Vita kini tak hanya dari kalangan kaum urban Jakarta dan bos tambang di Kalimantan, sejumlah pejabat daerah mulai dari Ambon, Sulawesi hingga Papua pernah menerima jasanya. 

Baca Juga  Kakanwil Kemenag Malut Buka Perkemahan Pemuda Lintas Agama

“Kalau terbang ke sana (daerah) sambil ngelayanin juga buka jaringan,” kata Vita yang menjual diri melalui aplikasi chatting online dan Twitter dengan nama palsu.

(red/i-news)