Produksi Weda Bay Nickel Dipangkas Drastis, Pemerintah Dorong Kenaikan Harga Global Nikel

oleh -386 views

Akibat harga rendah, sejumlah tambang di Australia dan Kaledonia Baru bahkan terpaksa menghentikan operasi.

Dengan adanya pengetatan pasokan dari Indonesia, pasar langsung merespons. Harga nikel tiga bulan di London Metal Exchange (LME) sempat naik 2,8 persen menjadi US$17.980 per ton, sebelum diperdagangkan di kisaran US$17.885 per ton pada pukul 09.01 waktu London.

Namun, di sisi lain, saham perusahaan tambang Prancis Eramet sempat turun hingga 5,7 persen. Penurunan itu mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak langsung kebijakan pembatasan produksi terhadap kinerja perusahaan.

Tekanan bagi Industri dan Rantai Pasok

Pemangkasan kuota produksi menjadi tekanan besar bagi operasional Weda Bay Nickel yang sebelumnya berencana meningkatkan produksi hingga lebih dari 60 juta ton guna mendukung kawasan industri di sekitarnya.

Alih-alih melakukan ekspansi, perusahaan bahkan dilaporkan harus mengimpor bijih nikel dari Filipina akibat keterbatasan pasokan lokal setelah kebijakan pembatasan diberlakukan.

Baca Juga  Tekuk Chelsea, Bruno Fernandes Yakin MU Finis di Empat Besar

Permintaan nikel global selama ini berasal dari industri baja nirkarat dan baterai kendaraan listrik (EV). Namun, pertumbuhan permintaan dari sektor EV dinilai belum sesuai harapan, terutama karena peralihan ke teknologi baterai non-nikel yang mulai berkembang.

No More Posts Available.

No more pages to load.