Profil Johanes Leimena Tokoh Sumpah Pemuda yang 20 Tahun Jadi Menteri

oleh -21 Dilihat

Ia sangat mengerti betapa sulitnya kondisi keuangan negara pada waktu itu. Jadi ia tidak mau memanfaatkan terlalu banyak fasilitas negara. Bahkan ketika berada di Yogyakarta, ia pernah menolak untuk tinggal di Hotel Merdeka yang semua biaya akomodasinya ditanggung negara.

Ia tahu benar, para personel Departemen Keuangan bekerja keras menghimpun dana. Karena itu dia memutuskan untuk menyewa kamar sendiri dan berbagi kamar dengan rekannya. “Zaman sekarang mana ada menteri yang kos sekamar berdua demi mengirit pengeluaran?” tulis Faisal dan Munandar.

Kesederhanaan Jo juga ditunjukkan saat ia berada di rumah dan tidak sedang menjalani tugasnya sebagai menteri. Jo tidak pernah mencari hiburan ke luar rumah. Pulang dari kantor, ia berganti pakaian, biasanya hanya mengenakan sarung dan kaus, atau kemeja using, lalu bercengkerama dengan keluarga. Hari-hari liburnya pun dihabiskan di rumah bersama keluarga.

Baca Juga  Kejari Halsel dan BPJS Kesehatan Perkuat Pengawasan Kepatuhan Program JKN

Penggagas Puskesmas yang Toleran

Jo juga dikenal sebagai sosok yang toleran dalam beragama. Ia aktif dalam organisasi berbasis agama Kristen dan bergabung dengan Partai Kristen Indonesia (Parkindo)—bahkan pernah menjabat sebagai ketua umumnya. Namun, Jo juga bersahabat baik dengan Muhammad Natsir, tokoh Masyumi yang getol memperjuangkan syariat Islam. Natsir pun menyebut Jo dengan sebutan Meneer de Dominee atau Tuan Pendeta.

No More Posts Available.

No more pages to load.