Ibnu Abbas mengatakan: “Tatkala Allah berkehendak untuk meniupkan ruh kepada Adam, maka Dia menyuruh ruh untuk masuk kepadanya dari kepalanya. Oleh karena itu, kepala disebut dengan Yafukh (ubun-ubun).”
Riwayat lain dikatakan, ruh berlegar-legar mengelilingi jasad Nabi Adam sambil disaksikan Malaikat. Kemudian, Allah memerintahkan Malaikat Izrail memaksa ruh masuk ke dalam tubuh Nabi Adam.
Allah berfirman kepadanya: “Seandainya engkau masuk dengan penuh suka hati, tentu engkau akan keluar dengan suka hati pula. Akan tetapi, telah ada dalam ilmu-Ku sejak dahulu Azali, engkau akan masuk dengan terpaksa dan akan keluar dengan terpaksa pula.”
Mujahid mengatakan, Allah Ta’ala menciptakan Adam setelah Dia menciptakan segala sesuatu, yaitu di pengujung siang hari Dia menciptakan semua makhluk lainnya. Setelah ruh menghidupkan kedua matanya, lisannya, dan kepalanya, namun ruh masih belum sampai ke anggota bagian bawahnya.
Adam berkata: “Ya Tuhanku, segerakanlah penciptaanku sebelum matahari tenggelam.”
Inilah hikmah mengapa manusia punya tabiat tergesa-gesa sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an:
خُلِقَ الإنْسَانُ مِنْ عَجَلٍ
Artinya: “Manusia telah dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa.” (QS Al-Anbiya: 37). Keterangan serupa terdapat pada Surat Al-Isra Ayat 11 yang artinya: “Dan adalah manusia itu bersifat tergesa-gesa.”









