Upacara ritual ‘ukuwala mahiate’ atau pukul manyapu merupakan upacara adat negeri Mamala yang dilaksanakan setiap tahun, dilatarbelakangi pembangunan Masjid Mamala. Kata ukuwala diambil dari bahasa negeri Mamala yang artinya sapu lidi, sedangkan Mahiate artinya Saling memukul.
Di mana dalam atraksi adat ini, terdapat dua kelompok pemuda saling memukul batang lidi bergantian di iringi oleh tabuhan rebana, irama suling dan sorak sorai penonton. Dan setelahnya luka memar tadi dioleskan minyak Nyualaing Matetu sebagai obat yang dipercaya mujarab untuk menghilangkan bebas luka kibasan sapu lidi tanpa bekas serta tanpa ada rasa saling mendendam.
Atraksi Pukul Menyapu sudah ada secara turun temurun di Desa Mamala, dan terus dijaga sebagai kekayaan budaya Maluku, tidak hanya menandai perayaan Idul Fitri, tapi event ini juga merupakan bentuk perdamaian dan rasa persatuan sekaligus menjadi potensi pariwisata Maluku. (Nur Fauziah)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News




