Namun, situasi kemudian berkembang. Berdasarkan laporan yang diterima, mulai sekitar pukul 18.30 WIT sejumlah rumah warga Desa Patahuwe dilaporkan dibakar.
Laporan awal pada pukul 19.01 WIT menyebut sedikitnya tujuh rumah telah terbakar. Namun, dalam daftar lanjutan yang tercantum dalam laporan terdapat puluhan nama pemilik rumah maupun bangunan yang disebut terdampak.
Daftar tersebut antara lain rumah milik Berty Patiwalapia, Popy Poly, Kete, Naldo Sukate, Yepta Tanikwele, Pendi, Jemi Belen, Lis Aimoly, Ampi Latue, Tomas Betlora, Lamder Titabano, Prejon Upuy, Regen Mahuwe, Rut Sosale, Ete Lumoly, Hendrik Katalane, Abfon Latue yang disebut sebagai Raja, serta Pastori Jemaat.
Nama lain yang tercantum dalam laporan yakni Yuluana Naene, Selfuanus Naene, Tinus Upuy, Cak Upuy, Niko Upuy, Panyo Upuy, Panus Kakai, Simon Hehatubun dan Yosep Upuy.
Namun, jumlah pasti bangunan yang terbakar maupun tingkat kerusakannya masih perlu diverifikasi lebih lanjut di lapangan.
Polisi dan TNI Masih Amankan Lokasi
Peristiwa tersebut menambah eskalasi ketegangan antara pemuda Desa Lisabata dan Desa Patahuwe yang sebelumnya telah berkonsentrasi di sekitar pintu masuk Desa Patahuwe.
Aparat keamanan dari Polsek Taniwel dan Koramil 1513-02/Taniwel masih berada di lokasi untuk mengendalikan situasi dan mencegah bentrokan meluas.









