Purbaya Pergi, Siapa yang Bisa Mengerem “Ruda Pungo” Fiskal Kita?

oleh -144 Dilihat
Guru Besar Sosiologi Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Ahmad Humam Hamid

Itulah sebabnya keramahan pasar kepada menteri baru tidak boleh terlalu cepat dirayakan. Pasar juga bisa jatuh cinta pada pandangan pertama, lalu membuka laporan keuangan pada malam harinya.

Pada akhirnya yang akan dibaca adalah angka.

Apakah defisit terkendali secara transparan? Apakah program-program besar benar-benar diuji manfaatnya? Apakah kewajiban yang berada di sekitar APBN semakin jelas? Bagaimana hubungan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia dan Danantara? Dan kalau penerimaan tidak cukup untuk membayar semua keinginan, siapa yang menentukan apa yang harus menunggu?

Hampir semua pemerintah pandai membuat daftar tentang apa yang akan dikerjakan.

Pemerintahan yang matang mempunyai satu daftar lagi: apa yang belum akan dikerjakan.

Baca Juga  DPRD Maluku Dorong Pengelolaan Sinabar Iha-Luhu oleh BUMD atau BUMN

Kembali ke “Ruda Pungo”

Karena itu saya kira kita akan salah membaca pergantian ini kalau terlalu sibuk memperdebatkan Purbaya versus Suahasil.

Persoalannya lebih besar daripada keduanya.

Jika Suahasil diberi ruang untuk menguji belanja, menjaga transparansi anggaran, dan mengatakan “tidak” ketika kemampuan fiskal memang tidak memungkinkan, pergantian ini bisa menjadi kesempatan untuk mengatur kembali kecepatan.

Tetapi kalau struktur pengeluaran, target dan kecepatan perjalanan tidak banyak berubah, yang kita saksikan mungkin hanya pergantian orang di ruang kemudi.

No More Posts Available.

No more pages to load.