Bisa dibayangkan ya jika uratnya saja segede Kawi atau Kelud, maka Qaf sendiri tentu besar sekali. Makanya, tak heran gara-gara perumpamaan ini Qaf disebut sebagai bapaknya para gunung di muka bumi. Kemudian bagaimana untuk bentuknya sendiri? Hal ini juga tidak diketahui pasti. Apakah menjulang macam gunung-gunung pada umumnya ataukah berbeda? Tidak ada yang pernah tahu.
Letak Qaf yang tidak pernah diketahui
Setelah tahu kalau ukuran Qaf begitu masif, pertanyaan selanjutnya adalah di mana letaknya? Dengan fisik yang begitu besar, tentu cukup mudah untuk menemukan gunung ini. Mungkin secara logis demikian, tapi faktanya gunung ini juga misterius soal keberadaannya. Seolah ada sebuah tabir yang menutupi mata manusia dari gunung ini.
Meskipun tidak diketahui secara pasti letak gunung ini, namun disebutkan kalau ia mengelilingi dunia. Mungkin analoginya seperti bagian tepi dari sebuah piring atau nampan berbentuk lingkaran. Keterangan ini pun akhirnya banyak dipakai oleh penganut bumi datar. Berangkat dari sini Qaf kemudian disebut penyangga langit, karena pada prinsip bumi datar cakrawala itu berbentuk kubah. Bagian langit yang bertemu dengan daratan berada pada sang gunung ini.
Warna langit ternyata berasal dari Qaf
Kalau ditanya kenapa langit warnanya biru, tentu jawabannya adalah pembiasan cahaya matahari oleh atmosfir. Memang benar demikian, tapi siapa sangka disebutkan pula jika sebenarnya warna langit itu berasal dari Qaf. Waduh, bagaimana ceritanya bisa begitu?




