Setibanya di Maluku, Rien Marlia ditemani Kepala BPJN Maluku, Moch Iqbal Tamher dan sejumlah staf memulai kunjungan selama dua hari di Pulau Buru, kemudian dilanjutkan ke Pulau Seram pada 8-9 Mei 2025. Di Pulau Seram, Rien Marlia meninjau dan menyaksikan sendiri kondisi ruas jalan Waipia-Saleman yang terdapat beberapa titik longsor akibat faktor geologi, factor morfologi dan kondisi fisik wilayah.
Nampak dengan jelas bagaimana jalan yang tergerus air serta pergeseran tanah mengakibatkan patahan dan longsor pada ruas jalan Waipia-Saleman. Rien Marlia dengan seksama melihat dan melakukan diskusi dengan pihak BPJN Maluku mencari Solusi terbaik untuk penanganan agar akses jalan tidak terputus.
Disebutkan Rien Marlia, Indonesia kini dalam kondisi pemberlakukan Efisiensi Anggaran secara besar-besaran sesuai Inpres 01 Tahun 2025. Namun selaku Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II, Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, dirinya meminta kepada BPJN Maluku untuk melakukan pendataan dan perencanaan sejumlah titik-titik yang menjadi prioritas utama pada ruas-ruas jalan khususnya Waipia-Saleman untuk diusulkan agar diusulkan sehingga bisa dibiayai oleh Pemerintah Pusat.
Pasalnya kondisi ruas jalan Nasional di Pulau Seram adalah penghubung utama lintas Kabupaten yang tidak bisa dibiarkan rusak apalagi sampai tidak bisa diakses sama sekali akan menyulitkan Masyarakat. Menindaklanjutinya, BPJN Maluku akan merespons cepat dengan melakukan perencanaan dan desain untuk disampaikan ke Pemerintah Pusat.









