Rejim Scopus

oleh -2 Dilihat

Beberapa kawan saya berkomentar bahwa fenomena ini tidak berdiri sendiri. Ia hanya pucuk gunung es dari kondisi struktural komunitas akademik Indonesia.

Ada kawan yang menunjuk pada rejim Scopus, yakni sistem indeksasi yang dipakai untuk menentukan kualifikasi seseorang. Sistem ini membuat para akademisi berlomba-loma mengumpulkan skor agar bisa menjadi guru besar — dengan tunjangan yang lebih besar. Banyak orang mencari jalan pintas agar bisa naik pangkat.

Fenomena ini berjalan beriringan dengan perubahan orientasi universitas menjadi “pasar.” Universitas tidak lagi menjadi pusat berpikir — dengan segala macam ekstase-nya — melainkan menjadi tempat mencetak orang dengan gelar. Dan kita melihat inflasi gelar dimana-mana, yang diganjar dengan prestise dan uang.

Baca Juga  Kapolda Malut Gandeng BPVP Ternate, Dorong Pelatihan Kerja dan Cegah Pengangguran

Sang profesor muda ini, yang lulus dari pusat-pusat edukasi terbaik di Indonesia dan bahkan dunia, jika terbukti benar, telah sanggup berbuat hal yang sangat tercela dalam dunia akademik.

Hal ini membuat saya berpikir, bagaimana dengan para akademik yang lulus dari universitas-universitas medioker? Bagaimana dengan mereka yang sama sekali tidak punya pengalaman internasional atau pun tidak punya pengalaman bergaul dalam komunitas akademik internasional?

No More Posts Available.

No more pages to load.