Dalam disertasi Sartono berjudul : “The Peasants’ Revolt of Banten in 1888, It’s Conditions, Course and Sequel: A Case Study of Sosial Movements in Indonesia.” Karya ilmiah, yang ia buat untuk meraih gelar doktoralnya di Universitas Amesterdam Belanda dinilai banyak orang sebagai jembatan perkembangan ilmu sejarah di Indonesia. Sartono menganggap bahwa, disertasinya merupakan bentuk protes terhadap penulisan sejarah Indonesia yang konvensional dan Neerlandosenteris.(Wikipedia, 2025).
Meskipun terdapat catatan kritis dari para khalayak pembaca, menyangkut dengan karya histografi Alicia Schrirkker sebagai karya histografi yang dinarasikan dengan cara pandang Belanda, namun perlu disimak oleh para khalayak pembaca, yang gemar membaca karya histografi dengan cara pandang Indonesia. Hal ini menjadi komparasi untuk karya histografi dari sudut penulisan Belanda dan Indonesia. Di sanalah akan menjadi jembatan sejarah (historical bridge), untuk saling melengkapi satu sama lain.
Karya histogarfi dari Alicia Schrirkker ini menarik dibaca bagi para khayalak pembaca, yang gemar membaca histografi Nusantara dari sisi dinamika sosial, politik dan ekonomi di era Pemerintahan Hindia Belanda. (*)






