Resistensi dari Kota-kota Kecil

oleh -197 views

Belajar dari pengalaman, gerakan semacam ini akan sulit diberangus. Karena ia adalah perlawanan dari bawah. Ia tidak memiliki pemimpin yang bisa diajak berunding dan kemudian dikooptasi. Ia tidak didominasi oleh mahasiswa namun oleh banyak kalangan yang terlempar dari dunia ekonomi dan politik. Tidak sedikit kita melihat jaket hijau ojol muncul di dalam aksi.

Apakah rejim Prabowo-Gibran mampu menahan gerakan ini kalau ia membesar? Apakah ia punya infrastruktur represi yang cukup kuat untuk memberangus protes-protes ini?

Sejauh ini, para elit dan pemerintahan Prabowo-Gibran sendiri tampaknya memandang remeh gerakan sosial ini. Mereka tidak melihatnya sebagai sesuatu yang serius. Kalau pun menanggapinya, mereka menanggapi secara sinis dengan melontarkan cemooh. Seperti ketika menanggapi pengiriman kepala babi dan tikus tanpa kepala ke Tempo.

Baca Juga  Komandan Operasi OPM Kodap 18 Ilaga Tewas dalam Baku Tembak dengan TNI di Puncak

Kita belum tahu apakah polisi mau dengan sepenuh hati bertindak brutal terhadap saudara sebangsa. Dan juga apakah tentara sampai hati menembak para demonstran yang tidak bersenjata ini. Kalau ingat sedikit sejarah, begitu brutalitas dan kekejaman terjadi, pemerintahlah yang justru terjungkal. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.