Resmi Berlaku Kamis Besok, ini Aturan Ketat PPKM Skala Mikro di Kota Ambon

oleh -374 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Akibat meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Ambon yang cukup signifikan disaat ini, Pemerintah Kota Ambon terpaksa mengambil Iangkah dengan melakukan pembatasan aktivitas masyarakat.

Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengaku telah mengeluarkan Instruksi Wali Kota Ambon, Nomor: 2 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro yang akan mulai berlaku Kamis (8/7/2021) hingga dua minggu kedepan.

“Jadi semua tempat hiburan seperti karaoke, pusat permainan anak, bioskop,tempat wisata ditutup. Untuk restoran,rumah makan, warung dan rumah kopi beroperasi cuman bisa terima pesanan tidak bisa makan di tempat. Kuliner malam diberikan konpensasi jam operasional sampai pukul 21.00 WIT. Namun juga tidak melayani untuk masyarakat makan di tempat,” ungkap Louhenapessy kepada wartawan saat konfrensi Pers di Ruang Rapat vlisingen Balai Kota Ambon, Senin (5/7/2021).

Baca Juga  1471 Pelaku Usaha di Ambon Ikut Vaksinasi Massal Covid-19

Sementara untuk acara pernikahan dapat dilaksanakan namun resepsi ditiadakan. Jika dilaksanakan resepsi pun maka yang hadir tidak boleh Iebih dari 30 orang dan dilakukan di rumah.

“Begitu pun kegiatan organisasi didtiaakan. Ia menjelaskan, untuk kedatangan orang ke Ambon dari luar Provinsi Maluku khusus dari Pulau Jawa dan Bali, maka pelaku perjalanan wajib menyertakan surat keterangan hasil swab PCR negatif serta kartu vaksin minimal vaksin pertama,” ujarnya.

Sedangkan, bagi perjalanan dari luar Provinsi Maluku khususnya di luar Pulau Jawa dan Bali, wajib juga menyertakan surat keterangan hasil rapidtest antigen negatif dan kartu vaksin minimal vaksin pertama.

“Untuk pintu masuk dari, dan ke Ambon antar provinsi, satgas akan berada pada seluruh pintu masuk Bandara maupun Pelabuhan.Untuk kedatangan ke Ambon dari luar Provinsi Maluku khusus dari Pulau Jawa dan Bali harus menyertakan surat keterangan hasil swab PCR negatif dan kartu vaksin minimal vaksin pertama. Sedangkan pelaku perjalanan dari luar Provinsi Maluku diluar Pulau Jawa dan Bali, wajib juga menyertakan surat keterangan hasil rapidtest antigen negatif dan kartu vaksin minimal vaksin pertama. Sementara untuk penduduk Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang berdomisli di Pulau Ambon dan bekerja di Kota Ambon wajib melampirkan KTP atau surat keterangan dari raja setempat terkait alasan yang bersangkutan masuk Kota Ambon. Perjalanan antar kota di Maluku juga wajib menyertakan surat keterangan rapid antigen negatif dan kartu vaksin minimal vaksin pertama,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap pintu masuk akan dijaga ketat oleh aparat TNI, kepolisian serta juga Tim Satgas Covid-19 bentukan Pemkot Ambon.

Baca Juga  Pemkot Ambon dan BI Perwakilan Maluku Bentuk TP2DD

“Kami tidak main-main dengan aturan yang sudah kami tetapkan ini, sebab ini menyangkut keselamatan warga Kota Ambon,” pungkas walikota. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.