Porostimur.com | Jakarta: Jaringan Aktivis Milenial Indonesia (JAMI) pro pemerintah yang terdiri dari beberapa anak muda Maluku yang miliki posisi strategis pada organisasi nasional tertentu adalah representasi dari organisasi kelompok cipayung, oraganisasi intra, organisasi profesional, organisasi paguyuban bahkan OKP maupun Ormas ikut merespons isu reshuffle (perombakan) kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Inisiator JAMI, Frangky Darwin mengungkapkan bahwa perombakan kabinet harus berdasarkan riset dan survey independen tanpa tendensi politik kelompok maupun golongan manapun, namun harus berasaskan keadilan yang berioentasi kepada kemaslahatan masyarakat.
“Ia pun menambahkan bahwa perihal reshuffle kabinet adalah hak prerogatif seorang Presiden. Namun demikian merombak struktur menteri dalam suatu kabinet butuh beberapa indikator penting yang dihasilkan berdasarkan riset maupun pertimbangan politik sebagai wujud demokrasi yang substantif,” kata Frangky Darwin dalam keterangan tertulisnya, Ahad (18/4/2021)
Sebelumnya Presiden Jokowi mengusulkan pembentukan Kementerian Investasi. Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin pada Selasa, 13 April 2021 pun menyebut reshuffle kabinet akan dilakukan Presiden Jokowi pada pekan ini.




