Retaknya Mitos Supremasi Udara Barat

oleh -15 Dilihat

Jika asumsi itu mulai dipertanyakan, maka seluruh arsitektur keamanan global ikut berguncang.

Apalagi konflik ini terjadi di salah satu titik paling sensitif dalam ekonomi dunia. Selat Hormuz bukan sekadar jalur pelayaran biasa. Ia adalah arteri energi global. Jika urat nadi itu terganggu, harga minyak dapat melonjak liar, rantai logistik dunia terguncang, dan ekonomi global kembali masuk ke dalam badai inflasi yang sulit dikendalikan.

Dengan kata lain, perang di Timur Tengah tidak pernah benar-benar menjadi perang lokal.

Ia selalu membawa gema yang jauh melampaui gurun dan teluk.

Namun konflik kali ini datang pada saat dunia sendiri sedang berubah.

Dominasi tunggal yang pernah dimiliki satu kekuatan besar mulai dipertanyakan. Teknologi militer berkembang dengan kecepatan yang membuat doktrin lama terasa usang. Dan negara-negara yang dulu hanya dianggap pemain regional kini mulai menunjukkan kemampuan yang mampu mengguncang asumsi lama tentang keseimbangan kekuatan global.

Baca Juga  PDAM Halbar Siapkan Strategi Hadapi Kemarau Panjang, Air Bersih Warga Mulai Dijatah

Mungkin masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa supremasi udara Barat telah benar-benar berakhir.
Kabut perang selalu menyembunyikan fakta, propaganda sering kali lebih cepat daripada kebenaran, dan sejarah jarang bergerak dalam garis lurus.

No More Posts Available.

No more pages to load.