Ringkus Karyawan Dealer di Ternate, BNN Kejar Oknum Anggota Polda Malut Terduga Kepemilikan Shabu

oleh -47 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara berhasil meringkus MA (29) karyawan Dealer NSS Ternate tersangka penyalahgunaan dan peredaran Narkotika.

Kepala BNN Provinsi Maluku Utara, Roy Hardy Siahaan, S.IK, SH, MH menjelaskan, pada hari Kamis, 22 Oktober 2020 lalu, tersangka MA menerima SMS dari Bolang yang dikenal sebelumnya melalui media sosial. Selanjutnya meminta tersangka untuk mengambil resi pengambilan barang di JNE.

Tersangka tiba di JNE sekitar pukul 12.30 WIT dan mengantri untuk mengambil paket. Usai mengambil paket pada pukul 13.30 WIT, tersangka keluar dari kantor JNE. Saat itu juga petugas BNN langsung menyergap tersangka di pinggir jalan.

Setelah dilakukan penyidikan, menurut tersangka, Bolang adalah salah satu warga binaan di Lapas Kelas II A Ternate. “Namun setelah dilakukan klarifikasi ke pihak Lapas oleh penyidik BNNP Malut, tak ada warga binaan yang bernama Bolang,” kata Roy Hardi Siahaan dalam konferensi pers di Ternate, Senin (23/11/2020).

Link Banner

Dari hasil penangkapan diamankan barang bukti, 1 (satu) bungkus paket narkotika jenis ganja seberat 3 (tiga) Kg dan 2 (dua) plastik Shabu seberat 2,19 gram dan 1 (satu)  telepon genggam Samsung Duos warna hitam, 1 (satu)  celana pendek warna hitam, 1 (satu)  celana Panjang warna abu abu, 1 (satu) celana pendek warna abu-abu, 1 (satu) crop top corak bunga-bunga, 1 (satu) celana pendek warna hitam dan 1 (satu) kaos warna hitam.

Baca Juga  Seburuk-buruknya Sampah Demokrasi adalah Buzzer

Sanksi pidana kata Roy kepada tersangka yang mana diduga memiliki, menyimpan, menguasai Narkotika jenis sabu dikenai Pasal 111 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 114 ayat (1) Undang -undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

Kejar Oknum Polisi

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara juga masih melakukan pengejaran terhadap satu oknum anggota Polda Maluku Utara terkait dugaan kepemilikan narkotika jenis shabu.

Kepala BNN Provinsi Maluku Utara, Roy Hardy Siahaan, S.IK, SH, MH menjelaskan, oknum anggota Polda Malut yang saat ini masih dalam pengejaran, berinsial H.

BNN memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menyerahkan diri ke BNN dalam waktu 3 x 24 jam. Jika dalam batas waktu tersebut yang bersangkutan belum juga menyerahkan diri, maka BNN akan menetapkannya dalan Daftar Pencaharian Orang (DPO).

“Kami memberikan kesempatan menyerahkan diri, jika tidak menyerahkan diri BNN segera menetapan DPO. Teman-teman media tolong tampilkan di halaman depan media biar kita sama-sama berantas peredaran narkoba di Malut,” kata Siahaan, Senin (23/11/2020).

Roy mengatakan, BNN Provinsi Maluku Utara telah melakukan penangkapan terhadap 3 tersangka penyalahguna dan pengedar Narkotika yang ada kaitannya dengan H yang kin menjadi buronan yaitu MRK (42) yang merupakan anggota Polres Ternate beralamat di Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate Selatan.

Baca Juga  Sambut HUT RI ke-74, IPPMU Gelar Pertandingan Gawang Mini

Tersangka MRK ditangkap di Kelurahan Mangga Dua RT. 2 /RW.01 Kecamatan Kota Ternate Selatan, Pada hari Selasa, tanggal 20 Oktober 2020, sekira pukul 15.30 WIT.

Barang bukti yang berhasil diamankan dalam penangkapan tersebut 1 (satu) bungkus plastik zipper Narkotika jenis sabu seberat 9,03 gram dan 1 (satu) buah telepon genggam merk Oppo warna hitam, 1 pcs korek api gas dan 1 pcs alat hisap sabu.

Selain itu AK alias ono (52) Komplek BTN, RT: 04 / RW: 02, kelurahan Maliaro, Kecamatan Kota Ternate Tengah. “Penangkapannya pada Selasa Tanggal 20 Oktober Pukul 15.30 WIT di Kelurahan Bastiong Karance Kecamatan Kota Ternate Selatan, Ternate,”kata Roy Hardi Siahaan.

Sementara barang bukti yang ditemukan satu buah plastik ziper kecil seberat 2.86 gram yang diduga Narkotika jenis Sabu (metamfetamin)  dan barang bukti non Narkotika 1 (satu) unit telepon gengam merk Samsung warna hitam.

Penangkapan kedua tersangka, M. Rizal karim dan Aunur Rofiq berdasarkan pengembangan kasus dari tersangka Husmin Arif (yang merupakan DPO). Penangkapan keduanya dilakukan pada hari Selasa, tanggal 20 Oktober 2020. Tim Dikjar BNN Provinsi Maluku Utara. Penangkapan awal dilakukan kepada M. Rizal karim di rumahnya di Kelurahan Mangga dua Rt.02/ Rw.01. Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate pada pukul 15.30 WIT.

Baca Juga  Akhir Januari, Smaker gelar simulasi tahap II

Selanjutnya di hari yang sama Selasa, 20 Oktober 2020 Pukul 18.20 Wit, tim Dikjar Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku Utara bergerak melakukan penangkapan kepada tersangka AK alias Ono di rumah kontrakan tersangka, di kelurahan Bastiong Karance. Setelah dilakukan pemeriksaan dalam rumah tersangka ditemukan barang bukti berupa 2 bungkus ziper plastic kecil seberat 2.86 gram yang diduga Narkotika jenis Sabu (metamfetamin). Barang bukti berupa satu sachet di dalam kloset rumah tersangka dan satu sachet ditemukan di lipatan kursi sofa di rumah kontrakan tersangka.

Saat penyergapan di rumah tersangka AR alais Ono, Tim Dakjar BNN Provinsi Maluku Utara Bersama Paminal (Pengamanan Internal Polri) namun tidak ditemukan tersangka H yang merupakan anggota Polda Malut. 

Atas kedua kejadian tersebut, maka terhadap kedua tersangka dan barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku Utara guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. “Kedua tersangka ada kaitan dengan oknum anggota Polda tersebut, dimana shabu yang diamankan miliknya. Dan informasi dari keduanya masih ada beberapa kilo gram shabu di tangan H,”kata Roy.

Kepala BNN mengaku saat ini telah melakukan koordiansi dengan Propam Polda Maluku Utara untuk proses pengejaran hingga penetapan DPO. “Sejauh ini kita sudah koordiansi dengan Propam Polda Malut,”katanya. (red/msc)