Saadiah Uluputty Advokasi Pemulangan Dua Jenazah ABK Asal SBB, Hak Keluarga Diminta Dipastikan

oleh -15 Dilihat
Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS dari daerah pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, mendorong pemerintah bergerak cepat memulangkan jenazah dua Anak Buah Kapal (ABK) asal Dusun Laela, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Edi Suriadi dan Salman Suriadi.

Dalam laporan tersebut, Salman dilaporkan meninggal pada 31 Agustus 2026, sementara Edi dilaporkan meninggal pada September 2026. Jenazah keduanya disebut masih berada di kapal dan disimpan dalam fasilitas pendingin.

Informasi lain yang berkembang menyebut keduanya bekerja di kapal ikan asing Fuyang 01. Sejumlah pemberitaan menyebut Salman meninggal pada 31 Agustus, sedangkan Edi pada 17 September 2026. Detail kronologi dan administrasi penempatan masih memerlukan penelusuran serta konfirmasi dari pihak-pihak berwenang.

Saadiah Minta Pemerintah Tidak Menunggu

Saadiah meminta proses pemulangan tidak berlarut-larut hanya karena persoalan administratif maupun perizinan.

Menurut hasil pendalaman pemerintah, salah satu kendala yang dihadapi adalah kapal masih menunggu izin untuk memasuki wilayah Uruguay. Pada saat yang sama, koordinasi antara jajaran perlindungan pekerja migran dan Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri masih diperlukan untuk mempercepat penyelesaian persoalan tersebut.

Kondisi itu dinilai membutuhkan koordinasi lintas kementerian sekaligus jalur diplomatik karena jenazah berada di kapal berbendera asing dan proses pemulangannya melibatkan otoritas negara lain.

Baca Juga  4 Taktik Houthi yang Disebut Terinspirasi Iran: Drone, Perang Ekonomi hingga Bab al-Mandeb

“Yang paling utama sekarang adalah bagaimana negara memastikan kedua almarhum dapat segera dipulangkan ke keluarga. Jangan sampai persoalan administratif membuat keluarga semakin lama menunggu kepastian,” ujar Saadiah.

No More Posts Available.

No more pages to load.