Tidakan penghentian ekspor energi Rusia yang begitu cepat tentunya menciptakan kesulitan serius bagi banyak negara anggota Uni Eropa dan beberapa sektor ekonomi. Tetapi inilah harga yang harus kami bayar untuk membela demokrasi dan hukum internasional, dan kami mengambil langkah yang diperlukan untuk menangani kesulitan-kesulitan yang muncul dengan sikap solidaritas penuh.
Mungkin ada yang mempertanyakan apakah sanksi ini benar-benar berdampak pada ekonomi Rusia? Jawaban sederhananya adalah, ya!
Meskipun Rusia mengekspor banyak bahan mentah, Rusia juga perlu mengimpor banyak produk bernilai tambah tinggi yang tidak diproduksinya sendiri. Untuk semua teknologi canggih, ketegantungan Rusia pada Eropa sebesar 45 persen dan pada Amerika Serikat sebesar 21 persen, dibandingkan dengan hanya 11 persen pada China.
Di bidang militer, yang sangat penting dalam konteks perang di Ukraina, sanksi yang ada berhasil membatasi kapasitas Rusia untuk memproduksi rudal presisi seperti Iskander atau KH 101. Hampir semua produsen mobil asing juga telah menarik diri dari Rusia dan beberapa mobil yang diproduksi oleh pabrik Rusia akan dijual tanpa airbag atau transmisi otomatis.
Industri minyak Rusia tidak hanya menderita karena kepergian operator asing, tetapi juga karena sulitnya mengakses teknologi canggih seperti pengeboran horizontal. Kemampuan industri Rusia untuk mengalirkan sumur-sumur baru kemungkinan akan terbatas.








