Sayap Cinta Garcia Marquez

oleh -1 Dilihat

Oleh: Hamid Basyaib, Aktivis dan Mantan Wartawan

Di balik sukses fenomenal novel “One Hundred Years of Solitude” ada kisah yang menakjubkan tentang kepercayaan dan keteguhan cinta seorang isteri, yang membuat penulisnya menjadi jenius mujur yang akan menimbulkan iri hari besar pada semua pria.

Gabriel García Márquez bertemu dengan Mercedes Barcha saat ia baru berusia 13 tahun. Sejak pertama kali melihatnya, ia tahu gadis itu akan menjadi pasangan hidupnya.

Tanpa ragu ia melamarnya ketika mereka masih duduk di bangku sekolah menengah. Mercedes tersenyum, tidak menolak, tidak juga tergesa-gesa—ia paham bahwa waktu akan menguji dan membuktikan cinta mereka.

Delapan belas tahun kemudian, ketika Márquez cukup dewasa untuk mewujudkan janji masa kecilnya, ia kembali melamar — kali ini secara resmi. Mercedes tanpa ragu menerima lamaran itu karena ia selalu percaya bahwa hidup mereka memang ditakdirkan untuk berjalan bersama. Mereka menikah, membangun rumah tangga, dan dikaruniai dua orang putera.

Baca Juga  Piala Super Spanyol 2027 Digelar di Istanbul, Barcelona dan Real Madrid Siap Bertarung

Namun cinta tak selalu tumbuh di taman bunga, di tengah hari-hari yang selalu ceria. Ketika Márquez pada pertengahan usia 30an memutuskan untuk mulai menulis sebuah novel (kemudian menjadi mashur sebagai “Solitude”), keluarga kecil mereka dibelit kesulitan serius.

No More Posts Available.

No more pages to load.