Seabad Jemaat GPM Galala-Hative Kecil: Kain Gandong Sambut Anak Cucu dari Tanah Rantau

oleh -4 Dilihat
Mengusung tema “Mengukuhkan Warisan Iman, Persatuan, dan Pelayanan Lintas Generasi untuk Kemuliaan Tuhan,” kegiatan dimulai dari kawasan Ayala dan Jembatan Galala Lama, kemudian dilanjutkan dengan arak-arakan menuju Gedung Gereja Imanuel Galala-Hative Kecil.

Bagi Joris, seratus tahun bukanlah waktu yang singkat.

Para leluhur, kata dia, telah meletakkan fondasi kehidupan bersama bagi masyarakat Galala dan Hative Kecil. Fondasi itu berupa kebersamaan, persaudaraan dan rasa saling memiliki.

“Seratus tahun lalu orang tatua kita telah menanamkan nilai kebersamaan bagi kita. Sebagai anak cucu, kita patut bersyukur karena hingga saat ini nilai tersebut tetap hidup,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Galala dan Hative Kecil menyimpan begitu banyak kenangan bagi anak cucu yang kini berada di tanah rantau.

Di tempat itulah mereka pernah tumbuh, makan, bermain dan menjalani kehidupan bersama dalam ikatan persaudaraan.

“Walaupun Bapak, Ibu dan basudara telah merantau ke berbagai daerah dan negara, Galala dan Hative Kecil harus selalu ada di dalam hati. Sejauh apa pun kita pergi, kita tidak boleh melupakan dari mana kita berasal,” tegasnya.

Baca Juga  Bayern Munich Pesta Gol, Stuttgart Kena Bantai 5-1 di Allianz Arena

Karena itu, momentum satu abad diharapkan menjadi pengingat agar warisan persaudaraan tersebut tidak berhenti pada generasi hari ini.

“Rumah kita adalah Galala dan Hative Kecil. Rumah ini adalah rumah bersama yang harus kita jaga. Mari terus bergandeng tangan, menjaga persaudaraan dan memperkuat kebersamaan untuk generasi anak cucu,” pungkas Joris.

No More Posts Available.

No more pages to load.