Sebut Wartawan, Pengamat dan LSM ‘Londo Ireng’, AJI Desak Presiden Prabowo Minta Maaf

oleh -94 views
Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bayu Wardhana. Ia meminta Prabowo menyampaikan permintaan maaf karena menilai penyebutan wartawan sebagai "londo ireng" merupakan tuduhan yang tidak berdasar dan berpotensi mendiskreditkan profesi jurnalis.

Porostimur.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menuai sorotan setelah menyebut istilah “londo ireng” masih ada hingga saat ini dengan “berbaju” wartawan, jurnalis, pengamat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM). Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan masih ada warga Indonesia yang menurutnya lebih mengabdi kepada kepentingan bangsa lain daripada kepentingan nasional.

“Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut londo ireng. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan, wartawan, jurnalis, pengamat,” kata Prabowo, dikutip Jumat (24/7/2026).

Baca Juga  PLN UP3 Sofifi Gelar Khitan Massal, Puluhan Anak Ikut Layanan Gratis

Istilah londo ireng berasal dari bahasa Jawa, yakni gabungan kata londo yang berarti Belanda dan ireng yang berarti hitam. Dalam sejarah, istilah tersebut digunakan untuk menyebut pribumi yang dianggap berkhianat atau bekerja untuk kepentingan pemerintah kolonial Belanda.

Prabowo menegaskan Indonesia merupakan negara demokrasi yang terbuka terhadap kritik. Namun, ia menilai terdapat pihak-pihak yang secara terus-menerus membangun narasi negatif seolah-olah Indonesia akan mengalami kegagalan.

No More Posts Available.

No more pages to load.