Menurutnya, kritik seharusnya menjadi dorongan untuk memperbaiki keadaan, bukan melemahkan semangat bangsa. Ia kemudian mengibaratkan dukungan kepada pemerintah seperti suporter sepak bola yang seharusnya memberi semangat kepada timnya, bukan menjatuhkan moral pemain.
AJI Nilai Pernyataan Prabowo Mendiskreditkan Jurnalis
Pernyataan Presiden itu mendapat tanggapan dari Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bayu Wardhana. Ia meminta Prabowo menyampaikan permintaan maaf karena menilai penyebutan wartawan sebagai “londo ireng” merupakan tuduhan yang tidak berdasar dan berpotensi mendiskreditkan profesi jurnalis.
“Sebaiknya Presiden minta maaf soal ini dan memperbaiki pidato-pidatonya,” kata Bayu.
Menurutnya, jurnalis bekerja berdasarkan fakta dan menjalankan fungsi kontrol sosial, bukan mewakili kepentingan asing. Ia mencontohkan pemberitaan mengenai kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari tugas pers untuk menyampaikan informasi kepada publik.
“Presiden jangan menyerang pembawa berita, tapi memperbaiki fakta yang buruk, misalnya dengan memperbaiki tata kelola MBG,” ujarnya.
Bayu juga menilai pernyataan Prabowo memiliki dampak serupa dengan pernyataan yang pernah disampaikan pengacara Hotman Paris Hutapea terhadap wartawan. Karena itu, AJI meminta Presiden memperbaiki pernyataannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.









