[carousel_slide id=’12211′]
porostimur.com | Ambon: Warta dunia pada Senin (19/8) kemarin diramaikan dengan berita yang menyoroti kerusuhan di Papua hingga aksi aktivis LSM Filipina yang meminta pemerintah Indonesia menghentikan kolonisasi di Papua.
dilansir dari CNN Indonesia, Surat kabar Amerika Serikat, seperti The New York Times, hingga media Inggris, The Guardian, menyoroti warga Papua membakar ban-ban hingga gedung parlemen daerah di Manokwari sebagai respons atas penangkapan puluhan mahasiswa Papua di Surabaya sehari sebelumnya.

Portal berita Channel NewsAsia dan harian The Straits Times dari Singapura juga menyoroti kerusuhan di Papua.

Selain dua media Barat itu, kantor berita Al Jazeera asal Qatar juga mewartakan kerusuhan di Papua. Dalam berita berjudul Fiery Protest Erupt in Indonesia’s West Papua Region, kantor berita itu melaporkan bahwa banyak demonstran merupakan pelajar yang turun ke jalan sambil membawa bendera bintang kejora, simbol separatisme Papua selama ini.
Aksi demonstrasi ini dipicu oleh pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya oleh sekelompok anggota ormas pada Jumat (16/8) malam.
Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Kota Surabaya, disebut bermula dari peredaran foto bendera merah putih yang rusak di depan asrama tersebut di sejumlah grup WhatsApp.




