Sejumlah Media Asing Soroti Kerusuhan di Papua

oleh -108 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]


porostimur.com | Ambon: Warta dunia pada Senin (19/8) kemarin diramaikan dengan berita yang menyoroti kerusuhan di Papua hingga aksi aktivis LSM Filipina yang meminta pemerintah Indonesia menghentikan kolonisasi di Papua.

dilansir dari CNN Indonesia, Surat kabar Amerika Serikat, seperti The New York Times, hingga media Inggris, The Guardian, menyoroti warga Papua membakar ban-ban hingga gedung parlemen daerah di Manokwari sebagai respons atas penangkapan puluhan mahasiswa Papua di Surabaya sehari sebelumnya.

Portal berita Channel NewsAsia dan harian The Straits Times dari Singapura juga menyoroti kerusuhan di Papua.

Link Banner

Selain dua media Barat itu, kantor berita Al Jazeera asal Qatar juga mewartakan kerusuhan di Papua. Dalam berita berjudul Fiery Protest Erupt in Indonesia’s West Papua Region, kantor berita itu melaporkan bahwa banyak demonstran merupakan pelajar yang turun ke jalan sambil membawa bendera bintang kejora, simbol separatisme Papua selama ini.

Baca Juga  Lumowa pimpin rakor pengamanan Operasi Lonceng Siwalima 2018

Aksi demonstrasi ini dipicu oleh pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya oleh sekelompok anggota ormas pada Jumat (16/8) malam. 

Pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Kota Surabaya, disebut bermula dari peredaran foto bendera merah putih yang rusak di depan asrama tersebut di sejumlah grup WhatsApp.

Selain itu, pada waktu yang bersamaan, ketika kerusuhan pecah di Manokwari dan Jayapura, belasan warga Filipina dilaporkan menggelar protes menuntut pembebasan Papua Barat di depan gedung Kedutaan Besar RI di Manila, Senin (19/8).

Berdasarkan pantauan pewarta foto AP, belasan pemrotes itu menyerukan penghentian “pendudukan Indonesia terhadap Papua Barat.”

Baca Juga  Perhimpunan KANAL Ambon dan IRbox Distribusi Bantuan untuk Korban Gempa di Desa Liang

Sejumlah pedemo juga membawa slogan bertuliskan “Bebaskan Papua Barat”, “Akhiri Genosida di Papua Barat”, hingga “Freeport, Out Of West Papua!”

Belasan warga Filipina dilaporkan menggelar protes menuntut pembebasan Papua Barat di depan gedung Kedutaan Besar RI di Manila, Senin (19/8). (AP Photo/Aaron Favila)

Sekretaris Kedua Pelaksana Fungsi Sosial dan Budaya KBRI Manila, Agus Buana, menuturkan demonstrasi sejak Senin pagi itu diikuti oleh 13 warga Filipina yang berasal dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat.

Sementara itu, pelaksana tugas juru bicara Kementerian Luar Negeri, Teuku Faizasyah, mengatakan bahwa demo di depan KBRI Manila itu dilakukan oleh orang-orang “yang mengatasnamakan kelompok komunis Filipina.”(red/cnn)