Sekda SBB Mansur Tuharea Resmi Ditahan

oleh -536 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) Mansyur Tuharea ditahan penyidik Kejati Maluku, Rabu (10/11/2021).

Mansyur resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih enam jam oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku. Mansyur terjerat kasus dugaan korupsi anggaran belanja langsung pada Sekretariat Daerah tahun anggaran 2016-2017 senilai Rp 8,5 miliar.

Usai menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Maluku, Mansyur yang mengenakan baju batik cokelat dan rompi tahanan, langsung digiring menuju Rutan Kelas II A Ambon.

Keluar dari ruang pemeriksaan, petugas Pamdal Kejati mengawal Mansyur menuju mobil tahanan yang terparkir di halaman kantor Kejati Maluku. “Saya sehat. Nanti dengan kuasa hukum (memberikan penjelasan) saja ya,” kata Mansyur menjawab pertanyaan wartawan sambil berjalan menuju mobil tahanan.

Mansyur merupakan satu dari lima orang tersangka yang dijerat di kasus dugaan korupsi anggaran belanja langsung pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten SBB tahun 2016.

Baca Juga  Belain Ajak Seluruh Komponen Bangsa Serius Merespon Aksi Penculikan Abu Sayyaf

Ia merupakan tersangka terakhir yang ditahan dalam kasus tersebut. Empat tersangka lainnya sudah dipenjara di Rutan Ambon pada Senin (8/11/2021). Mereka adalah AP, UH, AN, dan RT.

Saat dibawa menuju Rutan Ambon, Mansyur yang didampingi penasehat hukumnya Fachri Bahmid enggan berkomentar. “Nanti di kuasa hukum saja,” pinta Mansyur sambil tersenyum kepada wartawan.

Fachri Bahmid sendiri mengaku menghargai proses hukum yang dilakukan Kejati Maluku, karena merupakan kewenangan mereka.

“Jadi kita hargai saja karena ini adalah proses yang harus dijalani sebagaimana mestinya. Kita berharap berkas perkaranya segera dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Ambon. Dan tadi juga penyidik sudah berjanji bahwa dalam waktu yang sangat singkat akan dilimpahkan,” kata Fachri kepada wartawan di Kantor Kejati Maluku, sore tadi.

Baca Juga  Tak Kunjung Ditemukan, Operasi SAR Terhadap Wisatawan Amerika Ditutup

Sementara itu, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku, M. Rudi, mengatakan, pihaknya akan secepatnya melimpahkan berkas perkara tersangka untuk disidangkan di Pengadilan Tipikor Ambon.

“Tadi ada 40 pertanyaan yang kami tanyakan sejak pukul 11.00 WIT,” kata Rudi saat ditemui wartawan.

Rudi mengatakan Mansyur menjalani penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas II A Ambon.

“MT jabatannya sekretaris daerah Kabupaten Seram Bagian Barat.  (Penyidik mengajukan) 40 pertanyaan sebelum penahanan (tersangka). Penahanan selama 20 hari ke depan terhitung mulai hari ini,” kata Rudi.

Menurut Rudi dari hasil pemeriksaan saksi dan sejumlah alat bukti, Mansyur terindikasi terlibat kasus korupsi belanja langsung Setda SBB tahun 2016-2017. “Beliau (tersangka) diduga menyalahi kewenangan dan jabatannya dalam perkara dugaan penyalahgunaan dana operasional sebesar Rp 8,5 miliar,” ujar Rudi.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil perhitungan Inspektorat Provinsi Maluku perkara korupsi tersebut telah merugikan negara sebesar Rp 8,6 miliar.

Baca Juga  Dewi Rosalia, Sosok Janda yang Viral Usai Ditawarkan untuk Diperistri dalam Postingan Jual Tanah

Hasil audit keluar setelah tim auditor bersama penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejati Maluku bertandang ke Kabupaten SBB.
Kedatangan tim ke daerah berjuluk Saka Mese Nusa itu untuk melakukan perhitungan anggaran belanja langsung pada Setda SBB sesuai APBD tahun 2016 sebesar Rp 18 miliar.

Di samping itu, kedatangan tim penyidik juga untuk memintai keterangan dari para pihak terkait di lingkungan Setda Pemkab SBB.

Sebanyak kurang lebih 13 orang saksi telah dimintai keterangan seputar kasus penyelewengan anggaran tersebut. Tiga diantaranya Sekda SBB, Mansyur Tuharea, dan dua mantan Bendahara, yakni Petrus Eroplei dan Rio Khormain. Dalam kasus itu, Sekda SBB merupakan Kuasa Pengguna Anggaran. (keket)

No More Posts Available.

No more pages to load.