Joisangadji bilang, bagi siswa-siswi yang tidak punya handphone atau pulsa, mereka dapat mengikuti ujian akhir di laboratorium komputer yang telah disediakan oleh pihak sekolah.
“Ada beberapa siswa-siswi yang mungkin karena jaringan yang kurang baik, saat mengirimkan hasil belum masuk. Maka kami pihak sekolah mengambil alih dan mengirimkan jawaban siswa tersebut. Pastinya kami sudah melakukan kesepakatan dengan pihak berwenang jika servernya ternyata sudah tutup. Untuk siswa-siswi yang sakit juga kami menjadwalkan ujian ulang di waktu yang berbeda dengan ujian akhir,” tukasnya.
Sangadji mengharapkan walaupun ujian akhir ini dilalui dengan beberapa kendala semoga saja hasil yang akan didapatkan pada kelulusan pada bulan Mei nanti, sesuai dengan yang diharapkan. (cr3/GPPerMi)





