Oleh: Willy Aditya, Politisi Partai NasDem
Sebuah idiom baru dilontarkan oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh saat menyampaikan pidato politik di acara deklarasi pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskadar sebagai calon presiden dan wakil presiden 2024 pada 2 September 2023. Sebuah idiom yang merepresentasikan pikiran dan sikap politiknya, utamanya menjelang perhelatan pesta demokrasi 2024: politik kebhinekaan.
Sebelumnya, pada perhelatan Rakernas Partai NasDem pada Juni tahun lalu, beliau juga melontarkan idiom tentang praktik yang semestinya dibangun dalam kehidupan politik kita, yakni politik yang penuh kegembiraan. Idiom ini merujuk pada adanya kekuatan tertentu yang membuat kehidupan politik nasional dibayang-bayangi oleh teror dan ancaman: sebuah kenyataan yang patut disayangkan karena ia membuat kehidupan politik kita menjadi kubangan paranoid. Karena itulah Surya Paloh menggaungkan ajakan agar menjelang 2024, politik dipenuhi kegembiraan karena, toh, pemilu sering disebut sebagai pesta demokrasi.
Adapun pada idiom politik kebhinekaan, marilah kita coba periksa apa yang melatarinya atau dasar-dasar pemikiran seperti apa yang ada dalam diri beliau sehingga di acara yang digelar di hotel Majapahit, hotel bersejarah yang dulu bernama Yamato di Surabaya itu, idiom itu dilontarkan.









