Sepekan, TNI gelar rile bendera Sabang sampai Merauke

oleh -16 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Salah satu agenda TNI secara nasional yang sudah ditetapkan yakni pawai (rile) bendera yang dimulai dari Sabang hingga ke Merauke sejak tanggal 29 September hingga 4 Oktober nanti.

Hal ini dibenarkan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVI/Pattimura, Kolonel (Arm) Sarkistan Sihaloho, dalam keterangan persnya yang diterima wartawan, Selasa (25/9).

”Tanggal 29 kita laksanakan pawai, startnya di Lanud finishnya di Kodam. Supaya, jangan kita mendominasi. Mabes TNI dalam hal ini, akan melaksanakan kegiatan yang spektakuler yaitu rile bendera atau pawai bendera dilaksanakan tanggal 28 September hingga 4 Oktober. Dimulai tanggal 28 September, rencananya 9 orang atlet dan 9 orang anggota TNI yang menjadi atlet, mulai dari titik nol Sabang, diserahkan kepada provinsi masing-masing, mau jalan kaki atau naik mobil, bendara ini harus dipawai,” ujarnya.

Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, jelasnya, bendera dimaksud akan dipawai dari Banda Aceh menuju ke Pekan Baru kemudian menuju dan bermalam di Palembang, Sabtu (29/9).

Link Banner

Selanjutnya, pada Minggu (30/9), bendera akan dipawai dari Kota Solo menuju Surabaya dan bermalam di Surabaya.

Baca Juga  Fatlolon Diminta Percepat Peningkatan Status Dusun Wesawak

Pawai ini, akunya, dilanjutkan pada Senin (1/10) dari Balikpapan dan bermalam di Kota Manado.

Sementara pada Selasa (2/10), jelasnya, jadwal pawai bendera akan dilanjutkan dari Kota Makassar dan bermalam di Kupang.

”Tanggal 3 Oktober dari Kupang dia (bendera-red) terbang. Setelah di situ, diterima upacara  kita harap dia menuju ke Dermaga Laha. jadi dia tidak lewat darat, tapi pelabuhan, direncanakan naik kapal, nanti di atur,” jelasnya.

Dijelaskannya, menyongsong pelaksanaan kegiatan yang tanggal hitungan hari ini, pihaknya akan melakukan gladi kotor start dari Dermaga Laha dan finish di Pelabuhan Slamet Riyadi.

”Di situ nanti ada kegiatan kita laksanakan ada tarian penyambutan, kita munculkan kegiatan khas Maluku. Supaya dari situ pelabuhan, jalan kaki menuju ke Gong Perdamaian, dibuat Tarian Cakalele, ada Totobuang untuk mengantarkan mereka ke Lapmer,” tegasnya.

Baca Juga  Jadwal Liga Champions: Laga Big Match di 16 Besar

Menurutnya, saat berada di Lapmer Ambon, kegiatan juga disemarakkan dengan Tarian Tobelo dengan melibatkan TNI, Polri dan masyarakat.

Meski demikian, terangnya, pihaknya menargetkan kegiatan di Lapmer sendiri tidak melebihi waktu setengah jam saja.

”Kemudian bergerak ke MCM menggunakan kendaraan, di depan MCM berhenti di situ. Kita akan ada pawai bendera di situ. Puncak acaranya kita buat, kita mau mengangkat ikon JMP. Sehingga nanti dari depan MCM jalan kaki sampai ke Patung Leimena, tim atlet di depan, kita di belakang. Nanti ada pengawalnya sekitar 350 orang prajurit membawa bendera. Ada pengawalan dan lain sebagainya. Nanti di atas JMP dan nanti di bawah juga kita setting kapal-kapal bagaimana caranya bisa menampilkan JMP ini sebagai ikon Kota Ambon kita. Nanti akan kita lihat kreasinya dari provinsi lain. Nanti kita buat dan kita maksimalkan kegiatan di Ambon ini supaya ada khas tersendiri,” terangnya.

Baca Juga  Sehari kabur, esoknya BM di-Lapas-kan kembali

Pawai bendera ini, tambahnya, akan dilanjurtkan dari Patung Leimena ke bandara Pattimura, karena bendera akan diterbangkan ke Kota Sorong memenuhi jadwal pawai.

”Lalu dari patung Leimena, dia jalan lagi ke Bandara Pattimura, makan siang di Bandara, lalu terbang lagi menuju Sorong. Tangal 4 Oktober, bendera akan dipawai dari Kota Sorong lanjut ke Merauke. Dan tanggal 5 Oktober dilakukan upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang sudah dibawa dari Sabang dalam upacara rute TNI,” pungkasnya. (pt-02)