Sering Jadi Alasan Putus, Ini Istilah “Kamu Terlalu Baik untuk Aku” dalam Aspek Sosial-Psikologis

oleh -16 views
Ilustrasi Menolak Pasangan Yang Terlalu Baik. (Pexels.com/Keira Burton)

Porostimur.com, Ambon – Dalam hubungan, perasaan bahwa pasangan terlalu baik untuk kita bisa menjadi pengalaman umum. Istilah ini mencerminkan perasaan tidak layak atau tidak sepadan dengan kebaikan yang diberikan oleh pasangan.

Tak jarang, kita seringkali menemukan manusia yang menolak saat didekati oleh orang baik, rumit memang. Ada kalanya mereka seperti ingin mendapatkan pasangan yang berlawanan, contohnya berperilaku “bad boy” atau “bad girl” menurut versinya masing-masing.

Walaupun demikian, hal-hal tersebut pasti memiliki latar belakang yang menarik untuk dikaji. Kenapa ada kecenderungan manusia yang merasa dirinya tak pantas dicintai atau tak pantas mendapatkan hal-hal yang baik menurut dirinya masing-masing.

Meskipun istilah ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, penjelasan ilmiahnya mencakup berbagai aspek psikologis dan sosial yang menarik.

Link Banner

1. Aspek Psikologis

Baca Juga  Real Madrid Mau Senang-senang Sebelum Pikirkan El Clasico

a. Self-Esteem (Harga Diri): Perasaan bahwa pasangan terlalu baik bisa terkait dengan harga diri yang rendah. Seseorang mungkin merasa tidak layak menerima kebaikan karena merasa tidak cukup baik atau pantas.

b. Internalized Beliefs (Keyakinan Internal): Keyakinan internal tentang diri sendiri juga memainkan peran. Jika seseorang telah memperoleh keyakinan bahwa mereka tidak pantas menerima kebaikan, hal ini dapat mempengaruhi cara mereka menerima perlakuan baik dari pasangan.

No More Posts Available.

No more pages to load.